DEFINISI ROUTING
Diposting oleh
alfinrama
0
komentar
DEFINISI ROUTER
Diposting oleh
alfinrama
0
komentar
7 Distribusi Linux Paling Berpengaruh Sepanjang Masa
Linux datang dengan berbagai jenis distribusi yang berbeda. Untuk seorang pendatang baru, berbagai distribusi ini terlihat sama saja. Akan tetapi, semakin banyak anda belajar memakai sebuah distribusi dan komunitas yang mendukung distribusi tersebut, anda akan semakin menyadari banyaknya perbedaan yang ada. Di bawah ini, adalah daftar 7 distribusi Linux yang paling banyak mempengaruhi dunia Linux:
- Debian
- Fedora dan Red Hat Enterprise Linux
- Gentoo
- Mandriva
- Slackware
- SUSE Linux Enterprise dan OpenSUSE
- Ubuntu
Klik di sini untuk membaca perbedaan distribusi-distribusi ini secara lebih detil.
Diposting oleh
alfinrama
0
komentar
Label: iptek
SUBNETTING
Subnetting adalah pembagian suatu kelompok alamat IP menjadi beberapa network ID lain dengan jumlah anggota jaringan yang lebih kecil, yang disebut subnet (subnetwork).
Subnet Mask merupakan angka biner 32 bit yang digunakan untuk :
•Membedakan antara network ID dengan host ID.
•Menunjukkan letak suatu host, apakah host tersebut berada pada jaringan luar atau jaringan lokal.
Tujuannya :
• Untuk mempercepat pengiriman data.
• Memudahkan pengaturan / management alamat.
• Membagi satu kelas netwok atas sejumlah subnetwork dengan arti membagi suatu kelas jaringan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
• Menempatkan suatu host, apakah berada dalam satu jaringan atau tidak.
• Untuk mengatasi masalah perbedaaan hardware dengan topologi fisik jaringan.
• Penggunaan IP Address yang lebih efisien.
Contoh :
Ada 5 ruangan di sebuah sekolahan yang membutuhkan ip, kemudian dari ISP , sekolah hanya mendapatkan 1 IP Public yaitu 202.67.12.34 lalu disambungkan dengan router dan diberi alamat jaringan 10.42.5.0/24 .
Hitung Subnettingnya ? jika Ruangan itu adalah,
R. TKJ = 100
R. GRB = 50
R. KKPI = 40
R. UMUM = TERSERAH
R. T.U = TERSERAH
JAWAB :
5 bit = 22.21.20 = 3 digit
10.42.5.0/24 menjadi 10.42.5.0/27
000 = 0 ----- 11111111.11111111.11111111.00000000 = 0
001 = 1 ----- 11111111.11111111.11111111.00100000 = 32
010 = 2 ----- 11111111.11111111.11111111.01000000 = 64
011 = 3 ----- 11111111.11111111.11111111.01100000 = 96
100 = 4 ----- 11111111.11111111.11111111.10000000 = 128
101 = 5 ----- 11111111.11111111.11111111.10100000 = 160
110 = 6 ----- 11111111.11111111.11111111.11000000 = 192
111 = 7 ----- 11111111.11111111.11111111.11100000 = 224
jadi,10.42.5.0/27 10.42.5.31 1 - 31 10.42.5.32/27 10.42.5.63 33 - 62 10.42.5.64/27 10.42.5.95 65 - 94 10.42.5.96/27 10.42.5.127 97 - 126 10.42.5.128/27 10.42.5.159 129 - 158 10.42.5.160/27 10.42.5.191 161 - 190 10.42.5.192/27 10.42.5.223 193 - 222 10.42.5.224/27 10.42.5.255 225 - 254
Nah, begitulah cara menghitung subnetting.
Ini ada cara mudah untuk mengingat / menghitung subnetting dengan tabel dibawah ini ;Net ID 192.168.1.0 192.168.1.64 192.168.1.128 192.168.1.192 Host pertama Host terakhir Broadcast 192.168.1.63 192.168.1.127 192.168.1.191 192.168.1.255
Semoga Bermanfaat
&
Selamat Mencoba ......
Diposting oleh
alfinrama
0
komentar
IP ADDRESS V.4 dan V.6
Pengalamatan pd IP (Addressing) v.4
• Panjang alamat IP v.4 adalah 32 bit
• Tanda penghubung IP v.4 adalah titik (.)
• Alamat IP v.4 memiliki 5 kelas :
1. Kelas A : Ciri-cirinya pada digit 1(bit 0), bernilai 0
* Oktet pertama (8 bit pertama) sebagai Net ID (alamat jaringan).
* Oktet kedua,ketiga,&keempat digunakan untuk Host ID.
2. Kelas B : Ciri-cirinya pada digit 1 ditandai 1, dan digit 2 ditandai 0.
* Oktet pertama dan oktet kedua digunakan sebagai Net ID.
* Oktet ketiga dan keempat digunakan sebagai Host ID.
3. Kelas C : Ciri-cirinya pada digit 1 ditandai 1, pada digit 2 juga ditandai 1,ketiga 0
* Oktet 1,2,3 : Sebagai Net ID
* Oktet 4 : Sebagai Host ID
4. Kelas D : Pada digit 1,2,3,4 ditandai 1,1,1,0
* Kelas ini dipergunakan sebagai Multi Cast
5. Kelas E : Pada digit 1,2,3,4 ditandai 1,1,1,1, digit 5 ditandai 0
* Dipergunakan untuk Penelitian.
Alamat-alamat Khusus
• Alamat 0 semua tidak boleh dipergunakan, karena digunakan untuk menunjukkan dirinya sendiri (128).
• Alamat 1 semua tidak boleh dipakai, karena menunjukkan alamat Broadcast (255).
• Alamat 127.0.0.1 tidak boleh dipakai, karena digunakan untuk loopback (open host).
Alamat yang tidak boleh dihubungkan dengan Internet & digunakan untuk jaringan local.
• Untuk kelas A mulai dari 10.0.0.1 – 10.255.255.255
• Untuk kelas B mulai dari 127.16.0.0 – 172.31.255.255
• Untuk kelas C mulai dari 192.168.0.0 – 192.168.255.255
IP V. 6
Panjang alamat IP v. 6 adalah 128 bit. IP ini menggunakan tanda penghubung yaitu titik koma (;). IP ini adalah IP versi baru, yang cara perhitungannya menggunakan hitungan heksa desimal.
IPv6 mempunyai tingkat keamanan yang lebih tinggi karena berada pada level Network Layer, sehingga dapat mencakup semua level aplikasi. Hal tersebut berbeda dengan IPV4 yang bekerja pada level aplikasi. Oleh sebab itu, IPV6 mendukung penyusunan address secara terstruktur, yang memungkinkan Internet terus berkembang dan menyediakan kemampuan routing baru yang tidak terdapat pada IPV4.
IP ini memiliki kelebihan :
1. Karena jumlah bitnya lebih panjang ,otomatis jumlah usernya lebih banyak.
2. Di dalam IP V.6 untuk headernya lebih disederhanakan, dengan tujuan untuk mempercepat pengiriman datanya (overhead).
3. Bentuk pengirimannya anycast yaitu dari satu ke salah satu kelompok.
4. Bisa di akomodasikan pada bit 32 yang ada dibelakangnya, sehingga bisa dijadikan IP v.4
LAYER TCP/IP
1. APLIKASI = Untuk menghubungkan antara aplikasi dan protokol.
contoh : http, Imap, Pop3, Ftp, Telnet
2. TRANSPORT = Untuk menghantarkan ke aplikasi yang tepat.
contoh : Tcp, Udp, dan Arp
3. INTERNET = Untuk menghantarkan data menuju node/komputer yang tepat
contoh : IP, Routing (RIP)
4. Network Access = Paket-paket data yang diminta.
contoh : IEEE (Wireless (802.11))
(Ethernet (802.3) )
Diposting oleh
alfinrama
0
komentar
@2011 pesanan by tkj wllcm | purbalingga ber'tkj | Powered by blogger